Pages
Mira Putri
Minggu, 17 November 2013
Es Buah Gembira
Bahan:
3 buah apel malang, dipotong dadu
1/2 buah nanas, dikupas, dibersihkan dan dipotong 3x1cm
300 gr pepaya matang, kupas, dipotong dadu
200 gr semangka, dipotong dadu
3 buah markisa, dibuang isinya
4 sdm sirup markisa
3 gelas air matang
1 botol sprite
1 buah jeruk lemon, diiris miring
Cara Membuatnya:
Siapkan mangkuk lalu isi dengan air, sirup dan sprite.
Masukkan seluruh potongan buah.
Masukkan irisan jeruk lemon lalu simpan di lemari es atau tambahkan es batu.
Es Buah gembira siap dinikmati.
Resep Masakan - Resep Gurami Asam Manis
Bahan dan bumbu:
1 ekor ikan gurami
2 buah wortel
2 ruas jari daun bawang
2 siung bawang putih
saos tomat, kecap manis, cuka, garam, lada, gula pasir, tepung sagu secukupnya
cabe merah
cabe hijau
Cara membuat nya:
Bersihkan ikan gurami, belah, lumuri tepung sagu
Goreng hingga kering lalu angkat
Iris daun bawang panjang-panjang
Iris cabe merah, cabe hijau dan wordtel iris panjang-panjang/memanjang
Jahe dan bawang putih dikeprak lalu dituis bersama dengan irisan di atas
Masukkan sayurannya dan beri air kira-kira 1/2 liter
Terakhir masukkan saos tomat, cuka, kecap manis, garam, gula pasir.
Agar saos kental, masukkan tepung sagu yang telah dicairkan dengan air.
Sabtu, 16 November 2013
ARTI LAMBANG SAKA BHAYANGKARA
1. Bentuk Segi Lima melambangkan Falsafah Pancasila
Artinya Anggota Saka Bhayangkara merupakan manusia Pancasila
@ Ukuran : 5 cm
2. Perisai Dengan Ukuran :
@ Sisi Atas : 3,5 cm
@ Sisi Miring Atas Kiri : 1cm
@ Sisi Miring Atas Kanan : 1 cm
@ Garis Tegak Tinggi : 8 cm
@ Garis Tegak Mendatar yang Tengah : 8 cm
3. Warna Dasar
Merah : Keberanian
Hitam : Keabadian
Kuning : Keanggunan
4. Perisai Melambangkan Catur Prasetya, yanh isinya :
a) Mentiadakan Segala Gangguan Kamtibmas.
b) Menjaga Keselamatan Jiwa, Raga, Harta Benda dan HAM.
c) Menjamin Kepastian Berdasarkan Hukum.
d) Memelihara Perasaan Tantram dan Damai.
5. Tiga Bintang disebut Tri Brata, yang isinya :
a) Berbakti kepada Nusa dan Bangsa dengan penuh ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.
b) Menjujung tinggi kebenaran, Kemanusiaan, dan Keadilandalam menegakkan hokum NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
c) Senang bias Melindungi, Mengayomi, dan Melayani Masyarakat dengan keikhlasan untuk mewujudkan keamanan dan ketertiban masyarakat.
@ Garis Tengah : 0,5 cm
6. Tiga Jilatan Api disebut Tri Wirakrama, yaitu :
a) Kewaspadaan/Kewaskitaan
b) Kebajikan/Kebijaksanaan
c) Kesadaran
7. Ujung Api Obor Yang Tinggi artinya Sumber Penerangan yang Tinggi
@ Panjang Tangkai Obor : 1,5 cm
@ Nyala Api Tingginya : 1 cm
8. 2 Tunas Kelapa menggambarkan Lambang Gerakan Pramuka dengan segala Arti Kiasannya, dan 2 daun yang bercabang melambangkan Satuan Terpisah.
@ Garis Tengah Kelapa : 1 cm
@ Tinggi Tunas Kelapa : 2 cm
@ Panjang Akar : 0,5 cm
9. Tulisan SAKA BHAYANGKARA artinya Pengawal Negara Yang Pancasila.
10. Keseliruhan LAMBANG SAKA BHAYANGKARA itu Meliputi : Mencerminkan Sikap, Perilaku dan Perbuatan Saka Bhayangkara yang aktif berperan serta membantu usaha memelihara dan membina tertib hokum, dan ketentraman masyarakat yang mampu menunjang keberhasilan pembangunan serta mampu menjamin tetap tegaknya kesatuan Saka Bhayangkara.
Jumat, 15 November 2013
Sejarah Pramuka
Sejarah Pramuka – Pramuka merupakan kependekan dari
Praja Muda Karana yang berarti kaum muda yang suka berkarya. Di
Indonesia sendiri penggunaan istilah “Pramuka” baru resmi digunakan pada
tahun 1961. Akan tetapi gerakan pramuka sejatinya telah ada sejak jaman
penjajahan belanda dengan nama kepanduan. Taukah anda sejarah pramuka di dunia dan di Indonesia? maka simak asal usul pramuka di bawah ini.

Sejarah Pramuka di Dunia

Istilah pramuka hanya digunakan di Indonesia sedangkan di dunia pramuka disebut Scout. Gerakan yang juga disebut Scouting atau Scout Movement ini bertujuan untuk pengembangan para pemuda secara fisik, mental, dan spiritual. Sejarah pramuka di dunia
sendiri dimulai pada 25 Juli 1907 ketika Lord Robert Baden Powell saat
itu sebagai Letnan Jendral tentara Inggris untuk pertama kalinya
mengadakan perkemahan pramuka di pulau Brown Sea, Inggris selama 8 hari.
Selanjutnya pada tahun 1908 Baden Powel menulis buku tentang prinsip
dasar kepramukaan “Scouting for Boys” yang artinya pramuka untuk laki-laki.
Pada tahun 1912 dengan babtuan adik perempuan Baden Powell bernama Agnes maka terbentuklah organisasi pramuka untuk perempuan dengan sebutan “Girls Guides“. Organisasi kepramukaan perempuan ini pun dilanutkan oleh istri Baden Powell.
Selanjutnya di tahun 1916 di dirikanlah kelompok pramuka siaga dengan nama CUB (anak srigala). Pedoman kegiatan yang dilakukan berdasarkan dari sebuah buku yang berjudul “The Jungle Book” karangan Rudyard Kipling.
Pada tahun 1918 Baden Powell kembali membentuk Rover Scout, yaitu organisasi pramuka bagi mereka yang telah berusia 17 tahun. Selang empat tahun kemudian yaitu tahun 1922 Powel menerbitkan buku menerbitkan buku ”Rovering To Succes” buku ini menggambarkan seorang pemuda yang harus mengayuh sampannya menuju kepantai bahagia.
Jambore Dunia
Di tahun 1920 merupakan tahun yang sangat berpengaruh dalam sejarah pramuka dimana untuk pertama kalinya di adakan Jambore di dunia. Selain itu tahun ini juga dibentuk Dewan Internasional pramuka yang beranggotakan 9 orang biro dan biro pusat di London. Biro pramuka putra dunia memiliki lima kantor wilayah yaitu Costa Rica, Mesir, Filipina, Swiss, dan Nigeria. Sedangkan untuk putri memiliki lima kantor pusat sekretariat di London dan biro kantor wilayah di Amerika Latin, Arab, Asia Pasifik, dan Eropa.
Jambore Dunia ke-I di laksanakan di Olympia Hall, London. Dalam kegiatan tersebut diundang pula peserta dari 27 Negara dan pada saat itu Baden Powell diangkat sebagai Bapak Pandu Sedunia (Chief Scout of The World ).
Pelaksanaan Jambore dunia selanjutnya:
Tahun 1924 ke II di Ermelunden, Copenhagen, Denmark
Tahun 1929 ke III di Arrow Park, Birkenhead, Inggris
Tahun 1933 ke IV di Godollo, Budapest, Hongaria
Tahun 1937 ke V di Vogelenzang, Blomendaal, Belanda
Tahun 1947 ke VI di Moisson, Prancis
Tahun 1951 ke VII di Salz Kamergaut, Austria
Tahun 1955 ke VIII di Sutton Park, Sutton coldfild, Inggris
Tahun 1959 ke IX di Makiling, Philipina
Tahun 1963 ke X di Marathon, Yunani
Tahun 1967 ke XI di Idaho, Amerika Serikat
Tahun 1971 ke XII di Asagiri, Jepang
Tahun 1975 ke XIII di Lillehammer, Norwegia
Tahun 1979 ke XIV di Neishaboor, Iran (tetapi dibatalkan)
Tahun 1983 ke XV di Kananaskis, Alberta, Kanada
Tahun 1987 ke XVI di Cataract Scout Park, Australia
Tahun 1991 ke XVII di Korea Selatan
Tahun 1995 ke XVIII di Belanda
Tahun 1999 ke XIX di Chili, Amerika Serikat
Tahun 2003 ke XX di Thailand
Sejarah Pramuka di Indonesia

Ternyata gagasan organisasi Boden Powell tersebut dalam waktu singkat
menyebar ke berbagai negara termasuk Belanda. Di belanda gerakan pramuka
dinamai Padvinder. Pada masa itu Belanda yang menguasai Indonesia pun
membawah gagasan itu ke Indonesia. Akhirnya mereka pun mendirikan
organisasi tersebut di Indonesia dengan nama NIPV (Nederland Indische
Padvinders Vereeniging = Persatuan Pandu-Pandu Hindia Belanda).
Dalam perkembangan pemimpin-pemimpin gerakan nasional membentuk organisasi kepanduan dengan tujuan membentuk manusia Indonesia yang baik dan siap menjadi kader pergerakan nasional. Dalam waktu singkat muncul berbagai organisasi kepanduan antara lain JPO (Javaanse Padvinders Organizatie) JJP (Jong Java Padvindery), NATIPIJ (Nationale Islamitsche Padvindery), SIAP (Sarekat Islam Afdeling Padvindery), HW (Hisbul Wathon).
Kemudian pemerintah Hindia Belanda memberikan larangan penggunaan istilah Padvindery. Maka K.H. Agus Salim mengganti nama Padvindery menjadi Pandu atau Kepanduan dan menjadi cikal bakal dalam sejarah pramuka di Indonesia.
Setelah sumpah pemuda kesadaran nasional juga semakin meningkat, maka pada tahun 1930 berbagai organisasi kepanduan seperti IPO, PK (Pandu Kesultanan), PPS (Pandu Pemuda Sumatra) bergabung melebur menjadi KBI (Kepanduan Bangsa Indonesia). Pada tahun 1931 dibentuk PAPI (Persatuan Antar Pandu Indonesia) kemudian pada tahun 1938 berubah menjadi BPPKI (Badan Pusat Persaudaraan Kepanduan Indonesia).
Pada masa pendudukan Jepang di Indonesia organisasi Kepanduan dilarang. Maka banyak dari tokoh Pandu yang beralih dan memilih masuk masuk Keibondan, Seinendan, dan PETA.
Setelah proklamasi kemerdekaan kembali dibentuk orgasisasi kepanduan yaitu Pandu Rakyat Indonesia pada tanggal 28 Desember 1945 dan menjadi satu-satunya organisasi kepanduan.
Pada tahun 1961 organisasi kepanduan di Indonesia terpecah menjadi 100 organisasi kepanduan dan terhimpun dalam 3 federasi organisasi yaitu IPINDO (Ikatan Pandu Indonesia) berdiri 13 September 1951, POPPINDO (Persatuan Pandu Puteri Indonesia) tahun 1954 dan PKPI (Persatuan Kepanduan Puteri Indonesia). Sadar akan kelemahan terpecah-pecah akhirnya ketiga federasi yang menghimpun bergabung menjadi satu dengan nama PERKINDO (Persatuan Kepanduan Indonesia).
Sejarah pramuka di Indonesia di anggap lahir pada tahun 1961. Hal tersebut didasarkan pada Keppres RI No. 112 tahun 1961 tanggal 5 April 1961, tentang Panitia Pembantu Pelaksana Pembentukan Gerakan Pramuka dengan susunan keanggotaan seperti yang disebutkan Presiden pada 9 Maret 1961.
Tentunya banyak yang bertanya, kenapa peringatan hari Pramuka di peringati pada 14 Agustus?. Hal tersebut dikarenakan pada tanggal 14 Agustus 1961 adalah hari dimana Gerakan Pramuka di perkenalkan di seluruh Indonesia, sehingga di tetapkan sebagai hari Pramuka yang di ikuti dengan pawai besar. Sebelumnya presiden juga telah melantik Mapinas, Kwarnas, dan Kwarnari.
Copyright (c) 2010 Mira Putri and Powered by Blogger.
